Lompat ke isi utama

Berita

Raih Kepercayaan 71,3 Persen, Bawaslu Tempati Peringkat 3 Lembaga Paling Dipercaya Publik Versi Poltracking Indonesia

dokumentasi 02

Gambar 1.1

SUKADANA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia menorehkan capaian positif dalam mengawal iklim demokrasi di tanah air. Berdasarkan hasil survei nasional terbaru yang dirilis oleh lembaga riset Poltracking Indonesia pada Mei 2026, Bawaslu berhasil mengukuhkan posisinya di peringkat ke-3 (tiga) sebagai institusi demokrasi dan lembaga negara yang paling dipercaya oleh publik.

Dalam survei bertajuk "Temuan Survei Nasional Tatap Muka" yang diselenggarakan pada periode 11 hingga 17 Mei 2026 tersebut, Bawaslu meraih angka tingkat kepercayaan publik yang sangat signifikan, yakni sebesar 71,3 persen. Tidak hanya itu, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja lembaga pengawas pemilu ini juga mencapai angka 70,1 persen, yang menempatkan Bawaslu di jajaran papan atas dari 10 Lembaga Negara dan Institusi Demokrasi yang dievaluasi.

Capaian prestisius di tingkat nasional ini mendapat respons positif dari jajaran daerah. Ketua Bawaslu Kabupaten Lampung Timur, Lailatul Khoiriyah, S.H.I., memberikan ungkapan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, hasil survei ini merupakan bukti nyata bahwa kerja keras pengawasan yang dilakukan secara berjenjang mendapat pengakuan dan kepercayaan langsung dari masyarakat.

"Tentunya kami di tingkat kabupaten merasa sangat bangga dan mengapresiasi tinggi atas pencapaian luar biasa ini. Berada di peringkat ketiga sebagai lembaga yang paling dipercaya publik dengan angka kepercayaan mencapai 71,3 persen adalah buah dari konsistensi, integritas, dan dedikasi seluruh jajaran pengawas pemilu dari tingkat pusat hingga jajaran Ad-Hoc di desa-desa," ujar Lailatul Khoiriyah saat dimintai keterangan.

Lebih lanjut, Lailatul Khoiriyah, S.H.I., menegaskan bahwa modal kepercayaan publik yang besar ini harus dijaga dengan baik, khususnya oleh keluarga besar Bawaslu Kabupaten Lampung Timur. Kepercayaan dan kepuasan masyarakat yang menyentuh angka 70,1 persen harus diwujudkan dalam bentuk peningkatan kualitas pelayanan informasi, pencegahan pelanggaran, serta penegakan keadilan pemilu yang semakin profesional di Bumi Tuwah Bepadan.

"Apresiasi ini juga kami dedikasikan kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya di Lampung Timur, yang terus mendukung gerakan pengawasan partisipatif. Kepercayaan publik adalah energi bagi kami untuk tetap tegak lurus menjaga hak pilih rakyat dan memastikan demokrasi berjalan dengan bersih, jujur, dan adil," tambahnya.

Hasil survei positif dari Poltracking Indonesia ini diharapkan dapat menjadi pemacu semangat bagi seluruh personel Bawaslu Lampung Timur untuk terus meningkatkan kapasitas kelembagaan serta memperkuat sinergi dengan masyarakat demi menyongsong agenda-agenda pengawasan ke depan. (Humas Bawaslu Lampung Timur)