Bawaslu Lampung Timur Ikuti Kick Off Pendidikan Pengawasan Partisipatif, Bersiap Gelar Agenda Mandiri Juli Mendatang
|
LAMPUNG TIMUR – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Timur menghadiri secara daring acara Kick Off Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Lampung pada Rabu, 17 Juni 2026. Acara perdana ini berpusat pada peluncuran program P2P untuk Bawaslu Kota Bandar Lampung.
Program Pendidikan Pengawasan Partisipatif ini merupakan langkah strategis Bawaslu Provinsi Lampung dalam mendidik dan melibatkan masyarakat secara aktif untuk mengawal jalannya proses demokrasi. Kegiatan kick off ini dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan, dengan target menyasar 4 (empat) kabupaten/kota di Provinsi Lampung pada setiap bulannya.
Ketua Bawaslu Kabupaten Lampung Timur, Lailatul Khoiriyah, S.H.I., bersama jajaran pimpinan dan staf sekretariat mengikuti jalannya prosesi peluncuran melalui platform video conference. Partisipasi aktif ini menjadi bukti komitmen Bawaslu Lampung Timur dalam menyerap skema dan persiapan teknis program, mengingat program serupa akan segera bergulir di Bumi Tuwah Bepadan.
"Hari ini kita menyaksikan bersama peluncuran tahapan pertama program P2P di Bandar Lampung. Ini menjadi potret dan bahan persiapan matang bagi kita semua di Lampung Timur, agar saat giliran kita tiba, implementasi program dapat berjalan jauh lebih efektif, masif, dan berdampak nyata bagi pengawasan partisipatif masyarakat," ujar Lailatul Khoiriyah di sela-sela kegiatan.
Sesuai dengan linimasa yang telah disusun oleh Bawaslu Provinsi Lampung, agenda Pendidikan Pengawasan Partisipatif untuk Bawaslu Kabupaten Lampung Timur sendiri dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 8 Juli 2026 mendatang.
Melalui jeda waktu yang ada, Bawaslu Lampung Timur akan memaksimalkan koordinasi internal, pemetaan calon peserta dari berbagai elemen masyarakat, serta penyusunan materi edukasi. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pada tanggal 8 Juli nanti, masyarakat Lampung Timur yang menjadi peserta P2P dapat benar-benar menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dalam menjaga integritas pemilu dan pemilihan di tingkat lokal.