Lompat ke isi utama

Berita

Matangkan Persiapan Pendidikan P2P yang Akan Digelar 8 Juli Mendatang, Bawaslu Lampung Timur Gelar Rapat Evaluasi

dokumentasi Rapat membahas P2P

Rapat Evaluasi kinerja Bulanan dan persiapan P2P

LAMPUNG TIMUR – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Timur menggelar rapat evaluasi intensif di Ruang Rapat Sekretariat Bawaslu. Rapat ini dipimpin langsung oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (Parmas dan Humas) Bawaslu Lampung Timur Christin Bunga Elora, S.H, serta didampingi langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Lampung Timur, Lailatul Khoiriyah, S.H.I.

Rapat strategis ini dilaksanakan dalam rangka mematangkan seluruh aspek persiapan menjelang pelaksanaan program nasional Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada 08 Juli 2026 mendatang di wilayah Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran staf teknis dari Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas.

Dalam pengantarnya, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas menyampaikan bahwa rapat evaluasi ini sangat krusial mengingat waktu pelaksanaan yang semakin dekat. Pertemuan ini difokuskan untuk memetakan kesiapan teknis, mulai dari rekrutmen dan seleksi calon peserta P2P, kesiapan kurikulum atau materi pengawasan, hingga penentuan lokus kegiatan.

"Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang akan kita laksanakan pada 8 Juli 2026 nanti bukan sekadar agenda seremonial, melainkan instrumen vital untuk melahirkan kader-kader pengawas yang militan dari unsur masyarakat, pemilih pemula, tokoh pemuda, dan perempuan. Oleh karena itu, persiapan kurikulum, fasilitator, dan teknis acara harus dievaluasi matang-matang agar output yang dihasilkan bisa maksimal," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Lampung Timur, Lailatul Khoiriyah, S.H.I., dalam arahannya memberikan dukungan penuh sekaligus menekankan pentingnya sinergitas antar-divisi demi menyukseskan program P2P ini. Beliau mengingatkan agar jajaran Humas juga bergerak aktif mengamplifikasi kegiatan ini ke ruang publik sejak dini.

"Program P2P ini adalah salah satu program unggulan Bawaslu untuk membumikan pengawasan partisipatif. Saya meminta seluruh jajaran sekretariat, khususnya di bawah koordinasi Divisi Pencegahan, untuk bekerja secara detail memanfaatkan waktu yang ada sebelum 8 Juli. Pastikan calon peserta yang direkrut memiliki komitmen tinggi untuk ikut mengawal demokrasi. Selain itu, maksimalkan peran Humas untuk mempublikasikan kegiatan ini agar masyarakat luas tahu bahwa Bawaslu Lampung Timur terus membuka ruang bagi publik untuk ikut mengawasi," tegas Lailatul Khoiriyah.

Dalam rapat tersebut, jajaran divisi melaporkan progres kesiapan administrasi dan logistik. Beberapa poin yang dievaluasi antara lain adalah sinkronisasi jadwal pelaksanaan dengan agenda Bawaslu Provinsi, pemantapan metode pembelajaran (baik teoretis maupun praktik lapangan), serta strategi pelibatan alumni P2P terdahulu agar tetap konsisten bergerak di tengah masyarakat.

Melalui rapat evaluasi bersama ini, Bawaslu Kabupaten Lampung Timur berkomitmen untuk menyajikan pendidikan politik dan pengawasan yang berkualitas pada pelaksanaan 8 Juli 2026 nanti, demi terciptanya ekosistem demokrasi yang bersih, berintegritas, dan inklusif di wilayah Bumi Tuwah Bepadan. (Humas Bawaslu Lampung Timur)