DITENGAH MINIMNYA ANGGARAN, BAWASLU LAMPUNG TIMUR TETAP GENCAR GELAR RAPAT DAN SOSIALISASI PENGAWASAN
|
LAMPUNG TIMUR – Keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan bagi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Timur untuk mengendurkan roda organisasi. Meskipun saat ini memasuki periode non-tahapan pemilu dengan dukungan dana yang sangat minim, Bawaslu Lampung Timur membuktikan bahwa kinerja pengawasan dan penguatan kelembagaan tetap harus berjalan optimal.
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua Bawaslu Lampung Timur, Lailatul Khoiryah, saat memberikan keterangan resmi di Kantor Bawaslu setempat pada Kamis, 2 Juli 2026.
Maksimalkan Sumber Daya di Tengah Efisiensi
Lailatul mengungkapkan bahwa saat ini kondisi anggaran rutin operasional kantor—seperti biaya listrik, internet (Wi-Fi), perawatan komputer, hingga Alat Tulis Kantor (ATK)—berada dalam kondisi yang sangat terbatas. Terlebih, pada tahun non-tahapan seperti sekarang, alokasi anggaran untuk kegiatan lapangan praktis tidak ada.
“Walaupun demikian, keterbatasan ini tidak menyurutkan semangat kami. Bawaslu tetap rutin melaksanakan agenda internal seperti rapat bulanan, rapat mingguan, hingga rapat peningkatan kapasitas SDM (Sumber Daya Manusia) bagi jajaran staf dan pimpinan,” ujar Lailatul.
Ia menjelaskan, fokus pembekalan internal tersebut bertumpu pada pendalaman materi kerja, yang meliputi:
Formulasi dan strategi bentuk-bentuk pencegahan pelanggaran.
Penguatan sistem penanganan pelanggaran pemilu.
Pendalaman aspek hukum dan mekanisme penyelesaian sengketa.
Genjot Penguatan Lembaga dan Layanan Publik
Selain fokus pada fungsi pengawasan, efisiensi anggaran ini disiasati dengan melakukan penguatan dari dalam (kelembagaan). Bawaslu Lampung Timur terus mendorong peningkatan kinerja kesekretariatan, optimalisasi peran kehumasan, serta pembenahan kualitas website resmi.
Langkah ini diambil agar hak publik dalam mendapatkan informasi dan pelayanan prima dari Bawaslu tetap terpenuhi tanpa hambatan, meskipun di tengah keterbatasan fasilitas.
Jemput Bola: Sosialisasi Partisipatif hingga ke Sekolah
Bagaimana Bawaslu menjangkau masyarakat dengan anggaran minim? Strategi yang diterapkan adalah dengan memanfaatkan fasilitas kantor secara maksimal dan melakukan metode "jemput bola" yang efisien.
Bawaslu Lampung Timur gencar menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif dengan mengundang berbagai kelompok masyarakat langsung ke kantor Bawaslu. Tidak hanya itu, jajaran pengawas juga aktif mendatangi sekolah-sekolah di wilayah Lampung Timur untuk memberikan edukasi dini mengenai pentingnya pengawasan pemilu bagi pemilih pemula.
“Dengan keterbatasan anggaran yang ada, kami memaksimalkan seluruh potensi sumber daya manusia dan fasilitas yang dimiliki. Tujuannya satu, kami ingin memastikan bahwa fungsi pengawasan hakiki tetap berjalan dan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam mengawal demokrasi terus meningkat,” pungkas Lailatul dengan tegas.
(Humas Bawaslu Lampung Timur)